Wednesday, September 27, 2006

Membeli Chevrolet Blazer

Setelah lama menimbang-nimbang, akhirnya aku memberanikan diri membeli Chevrolet type Blazer LT. Sudah lama saya mempertimbangkan membeli Blazer. Tapi, setiap mau membeli mobil tersebut, kawan-kawan selalu men-discourrage dengan berbagai alasan: suku cadang mahal dan susah, harga purna jual jatuh, dan mobil sering rusak. Keluhan semacam itu sering terdengar saat Blazer diusung oleh Opel.

Dua bulan lalu Tabrani Shabirin menganjurkan saya membeli Blazer setelah produk ini diambil alih Chevrolet. Ia sudah memakai Blazer selama 2 tahun ini. Tidak ada keluhan sebagaimana banyak diceritakan orang, kecuali memang harga purna jual yang memang kurang baik. "Kalau tidak untuk dijual lagi, kenapa pusing dengan harga purna jual?" katanya. Dibandingkan dengan Kijang Inova, menurutnya, jauh lebih enak Blazer. "Ini khan mobil Amerika," tuturnya. Kebetulan, di rumah Tabrani juga ada Kijang Inova, jadi ia bisa membandingkannya.

Tanpa pikir panjang lagi saya tadi siang membeli mobil Blazer LT. Harga on the road mobil tersebut Rp 238.800.000. Harga selama pameran cuma Rp 165.000.000. Harga ini untuk mobil produksi tahun 2005. Sementara itu, mobil Kijang milik saya type LGX 2.0 tahun 2000 (Nopember) besok akan saya jual. Mobil 88 sudah menawar harga Rp 85 juta. Dengan demikian, saya tinggal mencari tambahan Rp 80 juta untuk membeli Blazer tersebut.

Tuesday, September 26, 2006

Blue Ocean Strategy

Diolah dari: Penerbit Serambi

Paradigma Baru Strategi Bisnis
Sumber: Koran SINDO, 12 Februari 2006

Oleh: Rahmah Maulidia*

Sejak diterbitkan oleh Harvard Business School Press, Boston, dalam edisi aslinya tahun 2005, buku Blue Ocean Strategy (Strategi Samudera Biru) yang ditulis oleh W. Chan Kim dan Renee Mauborgne telah menjadi bestseller di Wall Street Journal dan BusinessWeek. Saat membaca sekilas edisi aslinya, jujur saya akui buku ini memang luar biasa!. Letak perbedaan dari buku-buku strategi bisnis lain adalah kemampuannya mengeksplorasi banyak strategi bisnis selama lima belas tahun yang kesemuanya bermuara pada kemenangan dengan cara kompetisi yang berdarah-darah (red ocean). Namun, buku Blue Ocean Strategy memberikan "jalan baru" bagi perusahaan untuk meraih kemenangan dengan jalan inovasi. Singkat kata, perusahaan bisa menang tanpa harus mengalahkan lawan.

Membaca buku ini, terlihat jelas bahwa konsep inovasi nilai merupakan hal yang sangat sentral. Menurut Prof. Kim (demikian ia biasa dipanggil), inovasi nilai menjadi batu pijakan (stepping stone) dalam merumuskan strategi samudra biru (blue ocean strategy). Kita tentu tahu, tidak semua inovasi dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Jika inovasi yang dilakukan hanya untuk menciptakan hal yang sekadar "baru", tanpa memerhatikan kebutuhan dan keinginan dasar pelanggan, maka cara itu tidak akan mendatangkan inovasi yang bernilai. Pendekatan inovasi nilai menurut Prof Kim adalah dengan cara mengindentifikasi parameter-parameter apa yang dianggap paling bernilai oleh pelanggan. Sehingga, perusahaan mampu memberikannya. Hal ini membutuhkan waktu lama, namun di sinilah tantangannya.

Penciptaan nilai sebagai konsep strategi, terlalu luas karena tidak ada batasan spesifik yang menjelaskan bagaimana nilai seharusnya diciptakan. Sebagai contoh, perusahaan bisa menciptakan nilai hanya dengan menurunkan nilai sebesar 2 persen. Meskipun, ini merupakan penciptaan nilai namun ia bukan jenis inovasi nilai yang dibutuhkan untuk membuka ruang pasar baru. Dengan bahasa lain, Anda tidak bisa menciptakan inovasi nilai tanpa menghentikan cara-cara lama. Inovasi nilai hanya bisa terwujud dengan cara yang sama sekali baru.

Selanjutnya, Kim dan Maurbogne berpendapat fokus pada persaingan dengan jalan membandingkan (benchmarking) dengan perusahaan lain akan mengarah pada pendekatan imitatif, bukan inovatif, terhadap pasar yang kerap menghasilkan tekanan harga dan komoditisasi produk (hlm. 290). Karena itu, untuk menyikapi hal ini, perusahaan dituntut mampu menciptakan permintaan bukan memperebutkan permintaan sebagaimana yang lazim dilakukan. Buku Blue Ocean Strategy merujuk pada pasar atau industri yang belum ada saat ini. Suatu pasar yang mesti ditemukan lebih dulu, sebelum sempat disentuh oleh persaingan. Karena pasar belum tercipta, maka besarnya pasar dan permintaan di pasar itu bisa tidak terbatas. Di sana, persaingan belum ada, karena memang belum ada pemain yang memasuki arena tersebut. Disebut blue ocean sebagai analogi untuk menggambarkan adanya potensi pasar atau permintaan yang sangat besar, luas, dan mendalam yang belum dieksplorasi seperti halnya samudra biru.

Namun, mengapa banyak perusahaan saat ini masih cenderung pada strategi samudra merah (red ocean strategy)? Jawabnya, karena sejarah telah mengajarkan kepada kita bahwa strategi merupakan masalah bagaimana memenangkan "peperangan", di mana satu dan lainnya saling membunuh untuk meraih kemenangan. Kendati demikian, persaingan yang saling membunuh antarperusahaan saat ini tidak dapat dipertahankan terus-menerus.

Mengapa? Karena, pada saat batas-batas negara semakin memudar (borderless world) dan informasi mengenai produk dan harga dapat diakses dan tersedia dengan cepat, di mana pun dan kapan pun, maka strategi kompetisi (red ocean strategy) sudah tidak ampuh lagi. Makin lama perbedaan antarproduk makin memudar, karena produk yang unggul akan semakin cepat muncul penirunya (me too product). Akhirnya, produk cenderung semakin homogen dan persaingan hanya akan berbasis pada harga. Maka ini bukanlah solusi perusahaan jangka panjang.

Karena itu, kehadiran buku ini sangat relevan dan pas dengan kondisi persaingan bisnis saat ini. Hal itu berarti, perusahaan harus meninggalkan strategi bisnis berbasis kompetisi (strategi berhadap-hadapan) dan beralih ke basis inovasi (ciptakan ruang pasar baru). Perusahaan juga harus mampu bergerak maju melampaui strategi yang berorientasi persaingan. Jangan melihat pesaing sebagi musuh, melainkan sebagai mitra untuk bersama-sama menciptakan inovasi nilai bagi pelanggan.

Contoh keberhasilan strategi samudra biru adalah apa yang dilakukan oleh pertunjukan sirkus Cirque du Soleil (hlm 20-22). Secara umum, saat ini industri sirkus berada dalam masa senja seiring semakin maraknya jenis hiburan yang lain seperti film dan televisi. Cirque du Soleil unggul tidak dengan jalan mengalahkan pesaingnya, tapi dengan menciptakan pasar baru yang menjadikan persaingan-dalam bahasa kedua penulis- irrelevant (tidak relevan lagi). Dengan memformat pertunjukan sirkus seperti halnya pertunjukan teater, ia telah menciptakan pasar baru. Pasar sirkus tradisional yang tadinya anak-anak, dengan menambahkan unsur teatrikal, orang dewasa dan penikmat teater pun turut menjadi pasarnya, sehingga pasarnya makin meluas.

Secara metodologis, gagasan, alat, dan kerangka teori yang ditampilkan dalam buku ini telah diuji dan dipertajam selama bertahun-tahun melalui praktik berbagai perusahaan di Eropa, Amerika Serikat, dan Asia. Tinggal, bagaimana sekarang kesempatan-kesempatan itu bisa dimanfaatkan oleh para manajer atau pimpinan perusahaan di Indonesia, apa pun bisnisnya. Sehingga, mereka bisa merasakan bagaimana blue ocean strategy itu bekerja.

Akhirnya, saya menyambut bahagia dengan terbitnya edisi Indonesia oleh Penerbit Serambi. Dengan begitu, masyarakat umum yang kesulitan dengan bahasa asing bisa membaca dan menikmati buku luar biasa ini.***

*Penulis adalah Dosen STAIN Ponorogo dan IAIRM Pesantren Walisongo Ngabar Ponorogo Jatim

***

Judul Buku: Blue Ocean Strategy (Strategi Samudra Biru)
Penulis: W. Chan Kim dan Renee Mauborgne
Penerjemah: Satrio Wahono
Penerbit: Serambi Ilmu Semesta, Jakarta
Cetakan: Pertama, Januari 2006
Tebal Buku: 315 halaman

Sabar dan Bahagia


Para psikolog mutakhir menunjukkan, manusia yang emosinya cerdas cenderung lebih sukses dalam mencari uang, lebih nyaman dalam membina hubungan interpersonal, lebih kreatif dalam menyelesaikan persoalan, dan lebih sehat secara fisik dan mental. Kecerdasan emosi terbukti lebih menentukan keberhasilan seseorang daripada kecerdasan intelek. Kepada emosilah bergantung suka, duka, bahagia, dan sengsaranya manusia. Pribadi dengan hati dan emosi yang terukur mampu mengatasi banyak persoalan hidup dari urusan individu sampai sosial.

Khazanah Islam sangat kaya dengan metode menata emosi. Buku Sabar dan Bahagia yang ditulis Amru Muhammad Khalid membuktikan hal itu. Setelah mengulas tuntas makna sabar, jenis-jenisnya, keistimewaannya, urgensinya dalam meraih sukses di dunia dan akhirat, Khalid merangsang kita untuk merenung, merasakan, dan menumbuhkan karakter dzawq (sensitivitas) dan itsâ (altruisme atau unselfishness). Dengan dzawq, kita menjadi peka terhadap emosi orang lain dan pandai membawa diri kala bergaul dengan mereka. Dengan itsâ kita terlatih untuk menguburkan sifat mementingkan diri sendiri dan menyuburkan sikap mengutamakan orang lain.

Dengan gaya tutur dialogis, sederhana, dan memandu, buku ini siap membangkitkan kepribadian Anda memantulkan indahnya akhlak islami.

Sumber: Penerbit Serambi

Friday, September 22, 2006

Butuh Penyaluran Kredit

Kawan saya, Budi Uang, sms begini:


"Mas, tolong carikan nasabah yang bonafide di bidang perkebunan, kehutanan, atau industri lainnya. Kawanku RM di sebuah bank ditarget menyalurkan kredit hingga Rp 200 miliar. Trims."

Budi Uang adalah mitra lama, kenalan tahun 2002. Dulu ia seorang fund manager di sebuah perusahaan sekuritas. Sebelum menjadi fund manager, ia adalah seorang bankir di bank pemerintah, kemudian keluar bergabung di perusahaan sekuritas bersama kawannya.

Nama aslinya Budi Siswanto, tapi saya menyimpan namanya dalam HP-ku dengan nama Budi Uang. Waktu pertama bertemu, ia memperkenalkan dirinya sebagai fund manager. Saya langsung komentar, "Wah.. ini pemilik uang." Teman-teman seangkatannya di bank pemerintah itu sekarang sudah pada jadi manager yang menyalurkan kredit, baik di pusat maupun di daerah-daerah.

Saya sangat kagum dengan semangat Budi Uang, putra asli Dukuh Lor, Tegal. Ketika perusahaan sekuritas tempat ia bekerja collapse, karena skandal kejahatan para bosnya di perusahaan tersebut, ia turut terpuruk. Mobilnya yang tergolong bagus waktu itu dia jual dan hasilnya dia jadikan simpanan keluarga selama masa "krisis". Lalu ia mulai merangkak lagi dari bawah dengan sepeda motor sebagai alat mobilitasnya. Perubahan dari membawa mobil menjadi membawa sepeda motor tidak membuatnya malu dan surut untuk menemui relasi-relasinya semasa menjadi fund manager. Sebuah mental yang luar biasa.

Sambil mengambil beberapa kursus, seperti kursus penilaian (valuation), kursus pajak, dan kursus-kursus lainnya, ia menjadi konsultan lepas. Pengalaman collapse di perusahaan sekuritas membuat ia sangat hati-hati dan tidak mau berurusan dengan "kejahatan kerah putih" sebagaimana bos-bosnya di perusahaan sekuritas dulu ia bekerja.

Sebelum sms yang ia kirim seperti tersebut di atas, beberapa waktu yang lalu dia sempat mampir ke rumahku di Kalibata, masih dengan sepeda motor. Dia bercerita baru saja membantu sebuah perusahaan mendapatkan kredit Rp 15 M. Dari situ dia akan mendapat fee 1% plus hadiah mobil baru Daihatsu Xenia.

Dia meminta saya mencarikan perusahaan-perusahaan yang layak mendapat kredit, tapi tidak punya akses ke bank atau tidak bisa membuat dokumen yang bankable. Dia bisa membantu menyiapkan seluruh dokumen, asal perusahaan tersebut memang layak untuk dibantu mendapatkan kredit.

Lama saya tidak memberi response. Mungkin ia mengira saya kurang percaya. Lalu ia sms lagi menegaskan bahwa apa yang ia sampaikan adalah sesuatu yang serius. Dan semalam, dia telepon saya, Xenia yang dijanjikan perusahaan yang dibantu sudah dia terima. Ia ingin menunjukkan bahwa ia benar-benar seorang konsultan dan bisa membantu perusahaan untuk mendapatkan kredit.

Saya sebenarnya serius mencari perusahaan bonafide yang sedang mencari kredit. Saya sudah kontak kawan-kawan di berbagai perusahaan. Sekalinya ada perusahaan membutuhkan kredit karena mendapat sebuah pekerjaan dari Exxon senilai RP 15M, perusahaan tersebut tidak punya collateral yang bisa dijaminkan ke bank. Sekarang bukan jamannya lagi mendapatkan kredit dengan tanpa jaminan atau jaminan bodong.

"Sabar aja Bud, aku terus mencari.." kataku semalam.

Thursday, September 21, 2006

Perjuangan Menjual SAP

Kira-kira Juni 2005, SAP Indonesia ikut tender di sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak di jasa layanan telekomunikasi, untuk membuat aplikasi ERP (enterprise resource planning) di perusahaan tersebut. Dalam tender tersebut, SAP menggandeng partnernya perusahaan XYZ sebagai implementor. Kawan saya, seorang lulusan Imperial College, London, bekerja di perusahaan XYZ tersebut.

Karena saya kenal baik dengan seseorang di perusahaan swasta nasional tersebut, kawan ini meminta bantuan saya untuk melobi agar mereka mau menggunakan SAP. Informasi dari dalam, ada rencana mereka akan menggunakan Oracle, pesaing SAP.

Maka sayapun disuplai berbagai informasi mengapa perusahaan tersebut harus menggunakan SAP. Salah satu pertimbangan bisnisnya, aplikasi ERP perusahaan telekomunikasi di dunia lebih banyak menggunakan SAP dibanding Oracle. Telkomsel dan Indosat pun bahkan berencana menggunakan SAP untuk aplikasi ERP pada tahun 2007. Di luar bisnis telekomunikasi, Astra International adalah perusahaan yang sudah menggunakan SAP untuk aplikasi ERP-nya.

Setelah melakukan lobi yang cukup lama dan melelahkan, karena yang harus ”dilawan” di dalam perusahaan itu ada 2 pihak, yang nampaknya sudah dilobi oleh Oracle, satu pihak dari keluarga pemilik perusahaan itu dan pihak lainnya adalah salah satu petingginya (chief XXX officer), akhirnya proyek ini bisa jatuh ke tangan SAP.

Mengapa proyek ini begitu menggiurkan? Untuk aplikasi ERP, proyek ini, setelah perang diskon besar-besaran, bernilai hampir US$ 2 juta. Proyek lanjutannya (bisa juga secara simultan), pengembangan aplikasi CRM (customer relationship management) bernilai lebih dari US$ 3 juta, juga setelah perang diskon besar-besaran. Belum lagi isu adu gengsi antara SAP dan Oracle untuk menguasai pangsa pasar telekomunikasi. Masing-masing pihak mengeluarkan jurus mutakhir untuk melakukan lobi secara intensif kepada perusahaan swasta nasional tersebut.

Ahirnya SAP memenangkan perebutan pekerjaan tersebut, setelah harganya didiskon hingga 90%. Bagi SAP International, yang penting produk ini masuk terlebih dulu pada perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Mungkin mereka akan melakukan aksi profit taking yang sesungguhnya di 2 perusahaan telekomunikasi raksasa yang ada di Indonsia, yang tendernya akan digelar pada 2007 nanti.

Kata kawan saya di perusahaan XYZ, bisa saja SAP memberi diskon 100% alias gratis, yang penting SAP masuk ke perusahaan telekomunikasi di Indonesia. Perusahaan pemesan aplikasi ERP tadi hanya perlu membayar biaya implementasi yang hitungannya man-hour.

Waktu antara Juni 2005 hingga September 2006 adalah waktu terpanjang bagi saya dalam melakukan sebuah lobi bisnis. Kesabaran yang telah dicurahkan dalam menangani pekerjaan ini ternyata tidak sia-sia. Alhamdulillah.

PS.
Buat Aris, Susilo, dan Toha, tolong yang ini jangan pula dihitung marketing fee-nya :) :)

Financial Advisor :)

20 September pukul 10-an pagi, sahabatku H. Diana Robin Hartono, meminta curriculum vitae (CV) saya. Katanya, secara resmi saya akan diangkat menjadi financial advisor di PT Nanggala Security Indonesia. Saya sendiri tidak tahu kenapa Pak Robin mengangkat saya menjadi financial advisor di perusahaannya. Background pendidikan saya adalah electrical engineering. Saya tidak pernah punya catatan sebagai staf keuangan. Yang paling mendekati, saya pernah menjadi Business Development Manager pada tahun 1998, di mana saya dituntut harus bisa membuat cash flow sebuah rencana proyek. Barangkali, karena saya memiliki banyak teman di perbankan. Itu dugaan saya.

Permintaan ini kelanjutan dari pertemuan tanggal 15 Februari malam di Hotel Ambara, Jakarta Selatan, dengan seseorang yang memiliki akses yang sangat luas di dunia bisnis minyak. Beberapa jabatan penting di sejumlah perusahaan minyak dipegang oleh temannya atau kenalannya. Setidaknya, setiap disebut nama pejabat berwenang di perusahaan minyak, baik perusahaan asing seperti Exxon maupun perusahaan lokal, dia langsung membuka HP-nya dan menunjukkan bahwa nama itu ada di HP-nya. Orang tersebut bersedia diangkat menjadi Business Advisor, tidak bergaji dan hanya mendapatkan project fee.

Tanpa diberitahu sebelumnya, dalam pertemuan malam itu saya diperkenalkan sebagai financial advisor. Sayapun tidak geer dan protes, khawatir itu hanya sekedar guyonan. Kemarin pagi, pak Robin, pemegang saham di PT NSI, betul-betul meminta CV saya untuk diproses. Saya tegaskan sekali lagi, mungkin kurang pas saya diberi jabatan itu. Pak Robin meyakinkan, ”Dengan kemampuan dan jaringan yang dimiliki Pak Fami, saya yakin tidak masalah.”

PT NSI bergerak di security management system. Bisnis security, terutama di lingkungan bisnis minyak, sangat menjanjikan. Hampir semua perusahaan minyak melakukan outsourcing untuk pekerjaan security. Kontraknya per perusahaan mencapai puluhan miliar rupiah setiap tahunnya, tergantung dari coverage area dan tentu saja jumlah personel yang dipekerjakan.

Awalnya saya mengira bisnis security adalah bisnis satpam. Pak Robin menjelaskan, satpam hanyalah satu fungsi kecil saja dari kegiatan security. Petugas security harus memiliki keahlian tambahan, seperti keahlian penyelematan kebakaran atau keahlian penyelamatan pada kecelakaan, bahkan keahlian bahasa asing seperti bahasa Inggris. Harga personil juga bergantung pada atribut yang digunakan, dari jenis pakaian hingga peralatan yang harus dibawa selama bertugas.

Bagi saya, ini dunia bisnis yang betul-betul baru. Ini sekaligus tantangan. Karena teman saya percaya bahwa saya bisa membantu bekerja di bisnis ini, ya dengan bismillah saya akan menerima jabatan itu dan bekerja sebaik-baiknya.

Wednesday, September 20, 2006

Watergreen Laku Keras

Tidak sia-sia, saya mempromosikan produk Watergreen yang diproduksi PT Delapan Pilar Mas (DPM), di mana saya duduk sebagai Business Advisor, istilah halus untuk marketing tanpa ikatan :)

Di samping sudah ada pesanan 1 unit mesin pengolah air dari sebuah PDAM di sekitar Jakarta dengan kapasitas 10 liter per detik, dalam waktu dekat mungkin akan ada pesanan hingga 80 unit mesin pengolah yang menghasilkan air bersih dengan kapasitas 10.000 liter perjam.

Watergreen adalah mesin pengolah air yang menghasilkan (1) air bersih (dengan teknologi ultra filtrasi atau UF) dengan TDS (tingkat kekeruhan) 150ppm dan (2) air siap minum (dengan teknologi reverse osmosis atau RO) dengan TDS 2ppm. Bandingkan dengan air minum bermerk terkenal yang beredar di masyarakat, dengan TDS hampir 80ppm. Semakin kecil TDS semakin sehat untuk diminum. Produk air bersih Watergreen sendiri sebenarnya bisa disebut sebagai air layak minum jika melihat ambang batas TDS yang ditetapkan oleh Depkes, yaitu maksimum 1000ppm.

Dalam lawatan promosi ke sebuah propinsi di luar Jawa pada 13-15 September 2006, Watergreen membuat seorang Kepala Dinas PU di propinsi itu cukup kaget. Kaget karena harganya memang murah. Saat ini ia sedang mencari mesin pengolah air dengan teknologi RO dengan kapasitas 15 liter per detik. Penawaran yang termurah yang sudah masuk ke meja pejabat itu tidak kurang dari Rp 7 miliar. Sementara, PT DPM menawarkan maksimum harga Rp 5 miliar dengan spesifikasi (modul) yang lebih lengkap.

Kebetulan pula, propinsi itu punya program bantuan air bersih kepada 80 desa yang kesulitan air bersih yang ada di propinsi tersebut, dengan budget sekitar Rp 20 miliar. Belum ada rekanan yang sanggup menawarkan 80 unit mesin pengolah air dengan kapasitas masing-masing sekitar 10.000 hingga 15.000 liter perjam, dengan budget Rp 20 miliar atau kurang.

Saat ini PT DPM juga sedang menawarkan program nasional air bersih kepada Departemen Pekerjaan Umum. Tiga keunggulan mesin pengolah air PT DPM ini adalah, (1) harga murah, berkisar 1/2 hingga 2/3 produk serupa yang diimpor dari Australia, Belanda, Kanada, atau Malaysia, (2) kualitasnya berstandar internasional karena dikerjakan oleh putra-putra terbaik bangsa Indonesia yang sudah lama belajar di luar negeri, dan (3) modulnya sangat fleksibel, bisa disesuaikan bergantung dari hasi penelitian tentang karakteristik input air di setiap lokasi yang akan memanfaatkan mesin pengolah air ini.

Semoga sukses!

Monday, September 18, 2006

Man Shabara Zhafara

Beberapa teman menanyakan maksud dari motto yang tertulis dalam blog ini "Don't Believe in Magic. Work Harder". Dilihat dari terjemahannya, maksud yang dikandung sebenarnya cukup jelas, "Jangan Percaya Sulapan. Bekerjalah Lebih Keras."

Motto ini lahir dari keprihatinan atas sikap sejumlah kawan-kawan dan lingkungan aktifitas sehari-hari saya, yang maunya serba "ujug-ujug", serba instan, mencari jalan pintas untuk mencapai kesuksesan. Orang yang berperilaku seperti itu cenderung untuk menabrak aturan dan etika.

Pepatah Arab mengatakan, "man shabara zhafara" yang artinya "siapa yang sabar, ia akan meraih sukses". Ya, kesuksesan akan bisa diraih melalui kesabaran. Bukan saja kesuksesan hari akhir, tujuan hidup manusia beriman, tetapi juga kesuksesan dunia.

Melalui motto itu, saya ingin mengajak kepada kawan-kawan dan pembaca blog ini untuk menjadi pekerja keras. Teruslah bekerja dengan lebih keras setiap hari, dalam bidang apa saja.

Kesuksesan yang kita raih hari ini adalah buah dari kerja keras kita di masa lalu.

Thursday, September 07, 2006

Romantika Yusuf

Judul di atas adalah judul sebuah buku yang ditulis oleh Amru Khalid, terbitan Maghfirah Pustaka, yang aku beli pada 6 Juni 2006.

Buku ini menjelaskan betapa luasnya pemahaman yang ditawarkan oleh surah Yusuf. Umar bin Khattab yang selalu menangis setiap kali mendengar surah Yusuf, memerlukan waktu 3 tahun (riwayat lain 1 tahun) untuk menghafal surah ini. Padahal untuk surah yang lebih panjang, Al-Baqarah, Umar memerlukan waktu hanya 1 bulan. Menurutnya, setiap menghafal satu ayat, perlu pemaknaan yang mendalam untuk melaksanakannya.

Di balik perintah Ya'qub kepada putra-putranya untuk memasuki istana Yusuf dari 7 pintu yang berbeda, misalnya, cendekiawan Nurcholish Madjid menafsirkannya sebagai banyak pintu untuk mencari atau menuju pada kebenaran. Pintu kebenaran tidak boleh dimonopoli hanya oleh satu pintu. Bagi sahabatku Aris Munandar, mungkin akan dimaknai sebagai banyak jalan menuju DPR. Semuanya boleh menawarkan pemahamannya, karena kisah ini memang kisah terbuka yang menawarkan pemahaman yang luas sesuai dengan ilmu dan pengalaman hidup manusia yang mau memahaminya.

Surah ini diturunkan pada tahun kesedihan, setelah Rasulullah ditinggal istri tercintanya Khadijah dan pamannya Abu Thalib. Surah ini diturunkan untuk menghibur Rasulullah, bahwa perjuangan menegakkan kalimat Allah memang berat. Nabi Muhammad disuruh belajar dari Nabi Yusuf, bagaimana menghadapi cobaan dan fitnah yang besar dan berat dalam perjalanan hidupnya, untuk bisa meraih kemenangan. Surah ini juga diturunkan atas permintaan para sahabat, yang membutuhkan sebuah cerita yang dapat menggugah jiwa mereka.

Kisah Yusuf ini disebut langsung oleh Allah sebagai akhsana al-qashashi, kisah terbaik, yang ada di dalam Al-Qur'an. Padahal di dalam Al-Qur'an sendiri banyak bertebaran kisah-kisah, dari kisah Nuh, Ibrahim, Musa, hingga Isa as. Tetapi kisah terbaik yang diturunkan Allah adalah kisah Yusuf. Kisah yang menceritakan sebuah drama kehidupan.

Mengapa disebut sebagai kisah terbaik? Kisah Yusuf disebut terbaik karena ini adalah satu-satunya kisah yang menggabungkan hikmah, pelajaran, dan nasehat kehidupan. Di dalam kisah Yusuf terdapat berbagai ilmu pengetahuan: ilmu dagang, ilmu pemerintahan, ilmu hukum, psikologi, hingga budi pekerti (akhlaq).

Kisah itu diawali dengan mimpi Yusuf, yang pada saat itu hanya diketahui maknanya oleh ayahandanya, nabi Ya'qub, dan ditutup dengan makna mimpi yang sudah dipahami oleh Yusuf.

Di dalamnya, kisah Yusuf dibagi dalam berbagai babak: dimusuhi saudaranya, dibuang ke sumur, menjadi budak, tinggal di istana, dicintai majikan yang bersuami, difitnah, memilih hidup di penjara, hingga menjadi kepala pemerintahan di negeri yang diyakini sebagai Mesir.

Kisah ini juga mengajarkan pentingnya sabar untuk meraih sukses. Di samping, bagi mereka yang berbuat jahat, kisah ini mengajarkan bahwa, untuk kembali ke jalan Tuhan tidak pernah ada kata terlambat.

Kisah ini berakhir happy ending, bukan hanya untuk mereka yang dalam film Holywood disebut sebagai "good boys" di mana Yusuf dan Ya'qub akhirnya bisa tersenyum setelah melewati badai kehidupan, tetapi juga happy ending untuk para "bad boys" atau para "penjahat" yang pada akhirnya mendapat ampunan dan kembali ke jalan Tuhan. Saudara-saudara Yusuf dimintakan ampunannya oleh Ya'qub kepada Allah. Zulaikho, seorang ratu kecantikan Mesir, pun demikian, menyadari kesalahannya dan bertobat, bahkan akhirnya menjadi istri nabi Yusuf.

Hanya saja, buku tersebut lebih menyorot kesabaran Yusuf dalam menghadapi babak-babak kehidupannya, ketimbang kesabaran Ya'qub yang berpisah dengan putra kesayangannya, yang dari mulutnya keluar kalimat "fashabrun jamiil". Hanya dengan kesabaran yang paripurna maka ia bisa menghadapi cobaan hidup yang sangat menyedihkan. Hanya dengan kesabaran yang baik, ia bisa menahan amarahnya.

Ibnu Mas'ud menganjurkan bagi orang yang bersedih, untuk membaca surah ini. Dengan membaca surah ini, mudah-mudahan Allah akan menghilangkan kesedihannya. Juga tentunya bagi mereka yang merasa terasing di negeri sendiri, terhimpit kesulitan ekonomi, sedang dicoba dengan fitnah yang besar, dan berbagai kesulitan hidup lainnya, dianjurkan membaca surah ini.

Wallahu'alam.

Tuesday, September 05, 2006

Menangis Membaca Surah Yusuf

Dalam beragama, sebagian saya masih suka dengan cara-cara yang tradisional. Dalam artian, tidak mau terlalu dirasionalkan. Salah satunya, setiap Ramadhan, saya memiliki tradisi khatam tadarrus Al-Qur'an minimal sekali.

Ada orang bilang, membaca Al-Qur'an harus tahu artinya, jangan cuma membaca tanpa tahu maknanya. Untuk hal ini tidak berlaku bagi saya. Bagi saya, ada kenikmatan tersendiri dalam ber-tadarrus, melantunkan Al-Quran dengan dimerdukan suaranya, meski tidak sepenuhnya saya tahu artinya.

Salah satu surah favorit saya adalah surah Yusuf. Ini adalah kisah terbaik (akhsana al-qoshoshi) yang diturunkan Allah dalam Al-Qur'an. Cerita kemanusiaan yang sangat dramatis. Ketika seorang ayah dipisahkan kehidupannya dari anak kesayangannya, karena iri dan dengki saudara-saudara Yusuf. Meski ayahanda Yusuf sudah dikabarkan sebelumnya melalui mimpi bagaimana kelak kehidupan Yusuf, tak pelak sebagai ayah ia tetap saja bersedih.

Dan aku selalu saja menitikkan air mata, tatkala membaca kalimat "fashabrun jamiil". Terbayang bagaimana pedihnya hati seorang ayah memikirkan nasib anak tercintanya yang sedang berada entah di mana. Hanya dengan kesabaran yang luar biasa dari Nabi Yaqub, ayahanda Yusuf, menunggu kebenaran mimpi anaknya: sebelas bintang, bulan, dan matahari bersujud kepada Yusuf. Benarkah kelak anak-anaknya bersujud (memberi tanda penghormatan) kepada Yusuf dan dia sendiri?

Kalimat "fashabrun jamiil" mengajarkan, hadapilah pedihnya penderitaan dan susahnya kehidupan, dengan kesabaran yang baik. Tidak ada rumus yang paling jitu selain kesabaran untuk menghadapi seluruh ujian dan cobaan yang datang kepada manusia, bagaimanapun beratnya ujian dan cobaan itu.

Fashabrun jamiil...

Monday, September 04, 2006

Jangan Buang Komik Tua

Bagi para penggemar dan kolektor komik, rawat dan simpan baik-baik komik-komik Anda. Kalau suatu saat lagi bokek, ternyata koleksi tersebut cukup berharga.

Minggu lalu, aku diajak teman sesama penggemar komik ke toko buku loak "Goedang Boekoe" di Pasar Festival, Kuningan. Aku dibelikan komik yang lama aku cari, Conan Saga. Toko itu punya 6 jilid, dan sebenarnya belum mau dijual karena masih menunggu beberapa jilid lagi yang lagi mereka buru. Jika koleksinya komplet, mungkin harganya bisa Rp 50.000 jilid. Tapi temanku akhirnya bisa membeli dengan harga Rp 225.000 untuk 6 jilid buku tua. Jika itu buku baru, harganya hanya mencapai Rp 12.500 per buku, jika dibandingkan dengan harga komik sekarang yang ketebalan dan ukurannya serupa.

Aku juga ditawari serial Tapak Sakti karya Tony Wong. Seluruhnya ada sekitar 100 jilid komik tipis. Harga satu komik seperti tertera di pojok bawah komiknya adalah Rp 2.500. Mereka menawarkan dengan harga pas tidak bisa ditawar lagi sebesar Rp 1.200.000. Biasanya mereka jual dengan harga Rp 1.600.000. Tapi karena temanku sudah belanja lebih dari Rp 1.500.000, maka diberi harga khusus.

Ada juga komik Mahabarata karya komikus R. A. Kosasih sebanyak 4 set masing-masing setebal 300-an halaman. Aku ingat, komik ini dulu aku baca saat masih duduk di bangku SD. Melihat buku tersebut seperti melihat kembali kehidupan masa kecilku dulu. Sayang, aku tawar Rp 400.000 tidak juga dilepas. Mereka bersikukuh pada harga Rp 600.000.

Aku langsung terbayang pada koleksi komik yang ada di rumah. Ada Legend of an Emperor, Legend of Condor Heroes, the Return of Condor Heroes, Ode to the Gallantry, the Impeccable Twin I dan II, Pedang Maha Dewa I dan II, dan masih banyak lainnya. Kebayang dalam benak saya, kalau suatu saat tidak punya uang dan kepepet, lumayan juga kalau komik itu dilego. Lebih dari menyimpan emas :)