Thursday, September 21, 2006

Financial Advisor :)

20 September pukul 10-an pagi, sahabatku H. Diana Robin Hartono, meminta curriculum vitae (CV) saya. Katanya, secara resmi saya akan diangkat menjadi financial advisor di PT Nanggala Security Indonesia. Saya sendiri tidak tahu kenapa Pak Robin mengangkat saya menjadi financial advisor di perusahaannya. Background pendidikan saya adalah electrical engineering. Saya tidak pernah punya catatan sebagai staf keuangan. Yang paling mendekati, saya pernah menjadi Business Development Manager pada tahun 1998, di mana saya dituntut harus bisa membuat cash flow sebuah rencana proyek. Barangkali, karena saya memiliki banyak teman di perbankan. Itu dugaan saya.

Permintaan ini kelanjutan dari pertemuan tanggal 15 Februari malam di Hotel Ambara, Jakarta Selatan, dengan seseorang yang memiliki akses yang sangat luas di dunia bisnis minyak. Beberapa jabatan penting di sejumlah perusahaan minyak dipegang oleh temannya atau kenalannya. Setidaknya, setiap disebut nama pejabat berwenang di perusahaan minyak, baik perusahaan asing seperti Exxon maupun perusahaan lokal, dia langsung membuka HP-nya dan menunjukkan bahwa nama itu ada di HP-nya. Orang tersebut bersedia diangkat menjadi Business Advisor, tidak bergaji dan hanya mendapatkan project fee.

Tanpa diberitahu sebelumnya, dalam pertemuan malam itu saya diperkenalkan sebagai financial advisor. Sayapun tidak geer dan protes, khawatir itu hanya sekedar guyonan. Kemarin pagi, pak Robin, pemegang saham di PT NSI, betul-betul meminta CV saya untuk diproses. Saya tegaskan sekali lagi, mungkin kurang pas saya diberi jabatan itu. Pak Robin meyakinkan, ”Dengan kemampuan dan jaringan yang dimiliki Pak Fami, saya yakin tidak masalah.”

PT NSI bergerak di security management system. Bisnis security, terutama di lingkungan bisnis minyak, sangat menjanjikan. Hampir semua perusahaan minyak melakukan outsourcing untuk pekerjaan security. Kontraknya per perusahaan mencapai puluhan miliar rupiah setiap tahunnya, tergantung dari coverage area dan tentu saja jumlah personel yang dipekerjakan.

Awalnya saya mengira bisnis security adalah bisnis satpam. Pak Robin menjelaskan, satpam hanyalah satu fungsi kecil saja dari kegiatan security. Petugas security harus memiliki keahlian tambahan, seperti keahlian penyelematan kebakaran atau keahlian penyelamatan pada kecelakaan, bahkan keahlian bahasa asing seperti bahasa Inggris. Harga personil juga bergantung pada atribut yang digunakan, dari jenis pakaian hingga peralatan yang harus dibawa selama bertugas.

Bagi saya, ini dunia bisnis yang betul-betul baru. Ini sekaligus tantangan. Karena teman saya percaya bahwa saya bisa membantu bekerja di bisnis ini, ya dengan bismillah saya akan menerima jabatan itu dan bekerja sebaik-baiknya.

2 comments:

ikan bandeng said...

Pak.... Aq dikaltim,bs g masukin aq di PT.NSI sebagai karyawan.Kerja apa aja aq mau pak.Tolonglah....

Anonymous said...

Pak.... Aq di PT. NSI, bs g keluarin aq dr PT. NSI sebagai karyawan. Kerja apa aja aq mau pak. Tolonglah....