Thursday, September 07, 2006

Romantika Yusuf

Judul di atas adalah judul sebuah buku yang ditulis oleh Amru Khalid, terbitan Maghfirah Pustaka, yang aku beli pada 6 Juni 2006.

Buku ini menjelaskan betapa luasnya pemahaman yang ditawarkan oleh surah Yusuf. Umar bin Khattab yang selalu menangis setiap kali mendengar surah Yusuf, memerlukan waktu 3 tahun (riwayat lain 1 tahun) untuk menghafal surah ini. Padahal untuk surah yang lebih panjang, Al-Baqarah, Umar memerlukan waktu hanya 1 bulan. Menurutnya, setiap menghafal satu ayat, perlu pemaknaan yang mendalam untuk melaksanakannya.

Di balik perintah Ya'qub kepada putra-putranya untuk memasuki istana Yusuf dari 7 pintu yang berbeda, misalnya, cendekiawan Nurcholish Madjid menafsirkannya sebagai banyak pintu untuk mencari atau menuju pada kebenaran. Pintu kebenaran tidak boleh dimonopoli hanya oleh satu pintu. Bagi sahabatku Aris Munandar, mungkin akan dimaknai sebagai banyak jalan menuju DPR. Semuanya boleh menawarkan pemahamannya, karena kisah ini memang kisah terbuka yang menawarkan pemahaman yang luas sesuai dengan ilmu dan pengalaman hidup manusia yang mau memahaminya.

Surah ini diturunkan pada tahun kesedihan, setelah Rasulullah ditinggal istri tercintanya Khadijah dan pamannya Abu Thalib. Surah ini diturunkan untuk menghibur Rasulullah, bahwa perjuangan menegakkan kalimat Allah memang berat. Nabi Muhammad disuruh belajar dari Nabi Yusuf, bagaimana menghadapi cobaan dan fitnah yang besar dan berat dalam perjalanan hidupnya, untuk bisa meraih kemenangan. Surah ini juga diturunkan atas permintaan para sahabat, yang membutuhkan sebuah cerita yang dapat menggugah jiwa mereka.

Kisah Yusuf ini disebut langsung oleh Allah sebagai akhsana al-qashashi, kisah terbaik, yang ada di dalam Al-Qur'an. Padahal di dalam Al-Qur'an sendiri banyak bertebaran kisah-kisah, dari kisah Nuh, Ibrahim, Musa, hingga Isa as. Tetapi kisah terbaik yang diturunkan Allah adalah kisah Yusuf. Kisah yang menceritakan sebuah drama kehidupan.

Mengapa disebut sebagai kisah terbaik? Kisah Yusuf disebut terbaik karena ini adalah satu-satunya kisah yang menggabungkan hikmah, pelajaran, dan nasehat kehidupan. Di dalam kisah Yusuf terdapat berbagai ilmu pengetahuan: ilmu dagang, ilmu pemerintahan, ilmu hukum, psikologi, hingga budi pekerti (akhlaq).

Kisah itu diawali dengan mimpi Yusuf, yang pada saat itu hanya diketahui maknanya oleh ayahandanya, nabi Ya'qub, dan ditutup dengan makna mimpi yang sudah dipahami oleh Yusuf.

Di dalamnya, kisah Yusuf dibagi dalam berbagai babak: dimusuhi saudaranya, dibuang ke sumur, menjadi budak, tinggal di istana, dicintai majikan yang bersuami, difitnah, memilih hidup di penjara, hingga menjadi kepala pemerintahan di negeri yang diyakini sebagai Mesir.

Kisah ini juga mengajarkan pentingnya sabar untuk meraih sukses. Di samping, bagi mereka yang berbuat jahat, kisah ini mengajarkan bahwa, untuk kembali ke jalan Tuhan tidak pernah ada kata terlambat.

Kisah ini berakhir happy ending, bukan hanya untuk mereka yang dalam film Holywood disebut sebagai "good boys" di mana Yusuf dan Ya'qub akhirnya bisa tersenyum setelah melewati badai kehidupan, tetapi juga happy ending untuk para "bad boys" atau para "penjahat" yang pada akhirnya mendapat ampunan dan kembali ke jalan Tuhan. Saudara-saudara Yusuf dimintakan ampunannya oleh Ya'qub kepada Allah. Zulaikho, seorang ratu kecantikan Mesir, pun demikian, menyadari kesalahannya dan bertobat, bahkan akhirnya menjadi istri nabi Yusuf.

Hanya saja, buku tersebut lebih menyorot kesabaran Yusuf dalam menghadapi babak-babak kehidupannya, ketimbang kesabaran Ya'qub yang berpisah dengan putra kesayangannya, yang dari mulutnya keluar kalimat "fashabrun jamiil". Hanya dengan kesabaran yang paripurna maka ia bisa menghadapi cobaan hidup yang sangat menyedihkan. Hanya dengan kesabaran yang baik, ia bisa menahan amarahnya.

Ibnu Mas'ud menganjurkan bagi orang yang bersedih, untuk membaca surah ini. Dengan membaca surah ini, mudah-mudahan Allah akan menghilangkan kesedihannya. Juga tentunya bagi mereka yang merasa terasing di negeri sendiri, terhimpit kesulitan ekonomi, sedang dicoba dengan fitnah yang besar, dan berbagai kesulitan hidup lainnya, dianjurkan membaca surah ini.

Wallahu'alam.

1 comment:

Kusnandar said...

bukunya beli di mana mas...???
saya nyari2 ni buku tapi ga dapet2....
saya di jogja....