Tuesday, September 26, 2006

Sabar dan Bahagia


Para psikolog mutakhir menunjukkan, manusia yang emosinya cerdas cenderung lebih sukses dalam mencari uang, lebih nyaman dalam membina hubungan interpersonal, lebih kreatif dalam menyelesaikan persoalan, dan lebih sehat secara fisik dan mental. Kecerdasan emosi terbukti lebih menentukan keberhasilan seseorang daripada kecerdasan intelek. Kepada emosilah bergantung suka, duka, bahagia, dan sengsaranya manusia. Pribadi dengan hati dan emosi yang terukur mampu mengatasi banyak persoalan hidup dari urusan individu sampai sosial.

Khazanah Islam sangat kaya dengan metode menata emosi. Buku Sabar dan Bahagia yang ditulis Amru Muhammad Khalid membuktikan hal itu. Setelah mengulas tuntas makna sabar, jenis-jenisnya, keistimewaannya, urgensinya dalam meraih sukses di dunia dan akhirat, Khalid merangsang kita untuk merenung, merasakan, dan menumbuhkan karakter dzawq (sensitivitas) dan itsâ (altruisme atau unselfishness). Dengan dzawq, kita menjadi peka terhadap emosi orang lain dan pandai membawa diri kala bergaul dengan mereka. Dengan itsâ kita terlatih untuk menguburkan sifat mementingkan diri sendiri dan menyuburkan sikap mengutamakan orang lain.

Dengan gaya tutur dialogis, sederhana, dan memandu, buku ini siap membangkitkan kepribadian Anda memantulkan indahnya akhlak islami.

Sumber: Penerbit Serambi

No comments: