Saturday, April 29, 2006

SBLC US$ 90 Juta

Kamis, 27 April 2006, pagi. Kawanku, mantan Direktur Utama Bapindo Sekuritas dan Direktur Mandiri Sekuritas, minta ketemu di Coffee Bros, Hotel Grand Kemang. Di sana aku dipertemukan dengan seorang kerabat mantan presiden BJ Habibie. Namanya Andi. Ia berencana membeli sebuah perusahaan yang mengoperasikan ladang minyak di Sumatera Selatan. Perusahaannya telah melakukan pendekatan dengan Bank International Indonesia (BII). Agar kredit dari BII sebesar US$ 92 juta bisa cair, prosesnya memakan waktu 4 bulan, diperlukan bridging finance sebesar US$ 20 juta dengan jaminan sebidang tanah seluas 180 hektar di Karawang. Nilai tanah tersebut sesuai NJOP adalah Rp 275 miliar.

Seminggu sebelumnya, kamis 20 April 2006, kawan om-ku, menawarkan jasa penerbitan Standby Letter of Credit (SBLC) senilai US$ 85 juta untuk digunakan oleh perusahaanku, PT Pangon Bumi Investama, yang berencana akan memasok minyak ke Pertamina. SBLC ini bisa diterbitkan karena ada seseorang yang memiliki dana dalam jumlah besar, konon triliunan rupiah, dan ia bersedia menjaminkan uangnya sebagai cash collateral untuk menerbitkan SBLC atas nama PT Pangon. Pemilik dana meminta imbalan semacam bunga 5% per tahun atas nominal SBLC yang diterbitkan. Ia merasa cukup aman mengingat traksaki yang akan dilakukan oleh PT Pangon adalah dengan Pertamina.

Namun demikian, bos-bos di perusahaan ini masih ragu dengan kelancaran usaha yang akan dijalankan perusahaan ini. Sementara, sekali SBLC sudah on, maka bagai argo, bunga sudah mulai berjalan.

Maka, kepada Andi aku tawarkan skema SBLC untuk meng-cover BII. Iapun setuju, termasuk dengan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi, seperti bunga atas collateral sebesar 5% dan success fee buat mereka yang mengatur transaksi ini. Maka Andi menawarkan satu skema keuangan agar transaksi ini bisa berjalan.

Kamis 27/4 malam aku temui orang yang mengatur penerbitan SBLC. Aku sodorkan skema yang ditawarkan Andi. Si pengatur masih keberatan dengan skema tersebut. Dia minta jaminan tambahan. Di samping, dia minta success fee sebesar 2%. Jum’at siang esoknya, aku temui lagi Andi dan kawanku yang eks Dirut Bapindo Sekuritas. Dua hal yang diminta nampaknya tidak masalah. Aku kontak lagi kepada Si pengatur minta waktu untuk bertemu. Ia minta aku menemuinya pada Senen, 1 Mei 2006, untuk membuat last settlement.

Aku menunggu progresnya minggu depan. Semoga!

7 comments:

Edy said...

Pak Fami, Bisa dapatkan Email Bapak? Email Saya intrasscon@yahoo.com. Saya Financial Consultant. Saya sangat tertarik dengan SBLC yg bpk ceritakan

Fernanda Meizon said...

Pak, hati-hati dengan skema ini. Banyak yang mengaku bisa mengarrange transaksi ini ternyata, itu hanya bohong belaka. Apalagi untuk SBLC dengan nilai sedemikian besar. Pokoke, jangan bapak sampai keluar uang di depan. Sudah banyak yang TERTIPU.....

Raemon Ciakaren said...

bisa minta email bapak...
atau no.hp bapak?

saya ada urusan kaitannya dengan SBLC juga..
mungkin kita bisa bekerja sama..
email saya saja di:
raimon_c14@yahoo.com
atau 081803204205

ali said...

Sama dengan Pak Raimon. Boleh minta email Bapak dan No hp... Kebetulan saya di Balikpapan butuh dalam kaitannya dengan SBLC.
Trims.
ali.mulyadi12@gmail.com
atau di 081346332115

Aria Gufta said...

Maaf mungkin info ini berguna..

SOLUSI DANA :
1. Beli Bank Garansi, Sertifikat Deposito Berjangka, SKJB dan Cheque.
2. Pinjaman / Kerjasama Proyek min Rp. 100 M – keatas dengan jaminan BANK.
3. Bantu masukin dana dari luar negeri (Jalur Khusus).
Kunjungi : http://solusidana.indonetwork.co.id/

Trims - Aria

mediator investor said...

butuh pencairan instrument bank,pendanaan mega Project,joint operational,Turnkey Project....
info lengkap , silahkan baca di:
http://mediatorinvestor.blogspot.com

JW Noegroho said...
This comment has been removed by the author.