Judul di atas adalah judul sebuah buku yang ditulis oleh Amru Khalid, terbitan Maghfirah Pustaka, yang aku beli pada 6 Juni 2006.
Buku ini menjelaskan betapa luasnya pemahaman yang ditawarkan oleh surah Yusuf. Umar bin Khattab yang selalu menangis setiap kali mendengar surah Yusuf, memerlukan waktu 3 tahun (riwayat lain 1 tahun) untuk menghafal surah ini. Padahal untuk surah yang lebih panjang, Al-Baqarah, Umar memerlukan waktu hanya 1 bulan. Menurutnya, setiap menghafal satu ayat, perlu pemaknaan yang mendalam untuk melaksanakannya.
Di balik perintah Ya'qub kepada putra-putranya untuk memasuki istana Yusuf dari 7 pintu yang berbeda, misalnya, cendekiawan Nurcholish Madjid menafsirkannya sebagai banyak pintu untuk mencari atau menuju pada kebenaran. Pintu kebenaran tidak boleh dimonopoli hanya oleh satu pintu. Bagi sahabatku Aris Munandar, mungkin akan dimaknai sebagai banyak jalan menuju DPR. Semuanya boleh menawarkan pemahamannya, karena kisah ini memang kisah terbuka yang menawarkan pemahaman yang luas sesuai dengan ilmu dan pengalaman hidup manusia yang mau memahaminya.
Surah ini diturunkan pada tahun kesedihan, setelah Rasulullah ditinggal istri tercintanya Khadijah dan pamannya Abu Thalib. Surah ini diturunkan untuk menghibur Rasulullah, bahwa perjuangan menegakkan kalimat Allah memang berat. Nabi Muhammad disuruh belajar dari Nabi Yusuf, bagaimana menghadapi cobaan dan fitnah yang besar dan berat dalam perjalanan hidupnya, untuk bisa meraih kemenangan. Surah ini juga diturunkan atas permintaan para sahabat, yang membutuhkan sebuah cerita yang dapat menggugah jiwa mereka.
Kisah Yusuf ini disebut langsung oleh Allah sebagai akhsana al-qashashi, kisah terbaik, yang ada di dalam Al-Qur'an. Padahal di dalam Al-Qur'an sendiri banyak bertebaran kisah-kisah, dari kisah Nuh, Ibrahim, Musa, hingga Isa as. Tetapi kisah terbaik yang diturunkan Allah adalah kisah Yusuf. Kisah yang menceritakan sebuah drama kehidupan.
Mengapa disebut sebagai kisah terbaik? Kisah Yusuf disebut terbaik karena ini adalah satu-satunya kisah yang menggabungkan hikmah, pelajaran, dan nasehat kehidupan. Di dalam kisah Yusuf terdapat berbagai ilmu pengetahuan: ilmu dagang, ilmu pemerintahan, ilmu hukum, psikologi, hingga budi pekerti (akhlaq).
Kisah itu diawali dengan mimpi Yusuf, yang pada saat itu hanya diketahui maknanya oleh ayahandanya, nabi Ya'qub, dan ditutup dengan makna mimpi yang sudah dipahami oleh Yusuf.
Di dalamnya, kisah Yusuf dibagi dalam berbagai babak: dimusuhi saudaranya, dibuang ke sumur, menjadi budak, tinggal di istana, dicintai majikan yang bersuami, difitnah, memilih hidup di penjara, hingga menjadi kepala pemerintahan di negeri yang diyakini sebagai Mesir.
Kisah ini juga mengajarkan pentingnya sabar untuk meraih sukses. Di samping, bagi mereka yang berbuat jahat, kisah ini mengajarkan bahwa, untuk kembali ke jalan Tuhan tidak pernah ada kata terlambat.
Kisah ini berakhir happy ending, bukan hanya untuk mereka yang dalam film Holywood disebut sebagai "good boys" di mana Yusuf dan Ya'qub akhirnya bisa tersenyum setelah melewati badai kehidupan, tetapi juga happy ending untuk para "bad boys" atau para "penjahat" yang pada akhirnya mendapat ampunan dan kembali ke jalan Tuhan. Saudara-saudara Yusuf dimintakan ampunannya oleh Ya'qub kepada Allah. Zulaikho, seorang ratu kecantikan Mesir, pun demikian, menyadari kesalahannya dan bertobat, bahkan akhirnya menjadi istri nabi Yusuf.
Hanya saja, buku tersebut lebih menyorot kesabaran Yusuf dalam menghadapi babak-babak kehidupannya, ketimbang kesabaran Ya'qub yang berpisah dengan putra kesayangannya, yang dari mulutnya keluar kalimat "fashabrun jamiil". Hanya dengan kesabaran yang paripurna maka ia bisa menghadapi cobaan hidup yang sangat menyedihkan. Hanya dengan kesabaran yang baik, ia bisa menahan amarahnya.
Ibnu Mas'ud menganjurkan bagi orang yang bersedih, untuk membaca surah ini. Dengan membaca surah ini, mudah-mudahan Allah akan menghilangkan kesedihannya. Juga tentunya bagi mereka yang merasa terasing di negeri sendiri, terhimpit kesulitan ekonomi, sedang dicoba dengan fitnah yang besar, dan berbagai kesulitan hidup lainnya, dianjurkan membaca surah ini.
Wallahu'alam.
Thursday, September 07, 2006
Tuesday, September 05, 2006
Menangis Membaca Surah Yusuf
Dalam beragama, sebagian saya masih suka dengan cara-cara yang tradisional. Dalam artian, tidak mau terlalu dirasionalkan. Salah satunya, setiap Ramadhan, saya memiliki tradisi khatam tadarrus Al-Qur'an minimal sekali.
Ada orang bilang, membaca Al-Qur'an harus tahu artinya, jangan cuma membaca tanpa tahu maknanya. Untuk hal ini tidak berlaku bagi saya. Bagi saya, ada kenikmatan tersendiri dalam ber-tadarrus, melantunkan Al-Quran dengan dimerdukan suaranya, meski tidak sepenuhnya saya tahu artinya.
Salah satu surah favorit saya adalah surah Yusuf. Ini adalah kisah terbaik (akhsana al-qoshoshi) yang diturunkan Allah dalam Al-Qur'an. Cerita kemanusiaan yang sangat dramatis. Ketika seorang ayah dipisahkan kehidupannya dari anak kesayangannya, karena iri dan dengki saudara-saudara Yusuf. Meski ayahanda Yusuf sudah dikabarkan sebelumnya melalui mimpi bagaimana kelak kehidupan Yusuf, tak pelak sebagai ayah ia tetap saja bersedih.
Dan aku selalu saja menitikkan air mata, tatkala membaca kalimat "fashabrun jamiil". Terbayang bagaimana pedihnya hati seorang ayah memikirkan nasib anak tercintanya yang sedang berada entah di mana. Hanya dengan kesabaran yang luar biasa dari Nabi Yaqub, ayahanda Yusuf, menunggu kebenaran mimpi anaknya: sebelas bintang, bulan, dan matahari bersujud kepada Yusuf. Benarkah kelak anak-anaknya bersujud (memberi tanda penghormatan) kepada Yusuf dan dia sendiri?
Kalimat "fashabrun jamiil" mengajarkan, hadapilah pedihnya penderitaan dan susahnya kehidupan, dengan kesabaran yang baik. Tidak ada rumus yang paling jitu selain kesabaran untuk menghadapi seluruh ujian dan cobaan yang datang kepada manusia, bagaimanapun beratnya ujian dan cobaan itu.
Fashabrun jamiil...
Ada orang bilang, membaca Al-Qur'an harus tahu artinya, jangan cuma membaca tanpa tahu maknanya. Untuk hal ini tidak berlaku bagi saya. Bagi saya, ada kenikmatan tersendiri dalam ber-tadarrus, melantunkan Al-Quran dengan dimerdukan suaranya, meski tidak sepenuhnya saya tahu artinya.
Salah satu surah favorit saya adalah surah Yusuf. Ini adalah kisah terbaik (akhsana al-qoshoshi) yang diturunkan Allah dalam Al-Qur'an. Cerita kemanusiaan yang sangat dramatis. Ketika seorang ayah dipisahkan kehidupannya dari anak kesayangannya, karena iri dan dengki saudara-saudara Yusuf. Meski ayahanda Yusuf sudah dikabarkan sebelumnya melalui mimpi bagaimana kelak kehidupan Yusuf, tak pelak sebagai ayah ia tetap saja bersedih.
Dan aku selalu saja menitikkan air mata, tatkala membaca kalimat "fashabrun jamiil". Terbayang bagaimana pedihnya hati seorang ayah memikirkan nasib anak tercintanya yang sedang berada entah di mana. Hanya dengan kesabaran yang luar biasa dari Nabi Yaqub, ayahanda Yusuf, menunggu kebenaran mimpi anaknya: sebelas bintang, bulan, dan matahari bersujud kepada Yusuf. Benarkah kelak anak-anaknya bersujud (memberi tanda penghormatan) kepada Yusuf dan dia sendiri?
Kalimat "fashabrun jamiil" mengajarkan, hadapilah pedihnya penderitaan dan susahnya kehidupan, dengan kesabaran yang baik. Tidak ada rumus yang paling jitu selain kesabaran untuk menghadapi seluruh ujian dan cobaan yang datang kepada manusia, bagaimanapun beratnya ujian dan cobaan itu.
Fashabrun jamiil...
Monday, September 04, 2006
Jangan Buang Komik Tua
Bagi para penggemar dan kolektor komik, rawat dan simpan baik-baik komik-komik Anda. Kalau suatu saat lagi bokek, ternyata koleksi tersebut cukup berharga.
Minggu lalu, aku diajak teman sesama penggemar komik ke toko buku loak "Goedang Boekoe" di Pasar Festival, Kuningan. Aku dibelikan komik yang lama aku cari, Conan Saga. Toko itu punya 6 jilid, dan sebenarnya belum mau dijual karena masih menunggu beberapa jilid lagi yang lagi mereka buru. Jika koleksinya komplet, mungkin harganya bisa Rp 50.000 jilid. Tapi temanku akhirnya bisa membeli dengan harga Rp 225.000 untuk 6 jilid buku tua. Jika itu buku baru, harganya hanya mencapai Rp 12.500 per buku, jika dibandingkan dengan harga komik sekarang yang ketebalan dan ukurannya serupa.
Aku juga ditawari serial Tapak Sakti karya Tony Wong. Seluruhnya ada sekitar 100 jilid komik tipis. Harga satu komik seperti tertera di pojok bawah komiknya adalah Rp 2.500. Mereka menawarkan dengan harga pas tidak bisa ditawar lagi sebesar Rp 1.200.000. Biasanya mereka jual dengan harga Rp 1.600.000. Tapi karena temanku sudah belanja lebih dari Rp 1.500.000, maka diberi harga khusus.
Ada juga komik Mahabarata karya komikus R. A. Kosasih sebanyak 4 set masing-masing setebal 300-an halaman. Aku ingat, komik ini dulu aku baca saat masih duduk di bangku SD. Melihat buku tersebut seperti melihat kembali kehidupan masa kecilku dulu. Sayang, aku tawar Rp 400.000 tidak juga dilepas. Mereka bersikukuh pada harga Rp 600.000.
Aku langsung terbayang pada koleksi komik yang ada di rumah. Ada Legend of an Emperor, Legend of Condor Heroes, the Return of Condor Heroes, Ode to the Gallantry, the Impeccable Twin I dan II, Pedang Maha Dewa I dan II, dan masih banyak lainnya. Kebayang dalam benak saya, kalau suatu saat tidak punya uang dan kepepet, lumayan juga kalau komik itu dilego. Lebih dari menyimpan emas :)
Minggu lalu, aku diajak teman sesama penggemar komik ke toko buku loak "Goedang Boekoe" di Pasar Festival, Kuningan. Aku dibelikan komik yang lama aku cari, Conan Saga. Toko itu punya 6 jilid, dan sebenarnya belum mau dijual karena masih menunggu beberapa jilid lagi yang lagi mereka buru. Jika koleksinya komplet, mungkin harganya bisa Rp 50.000 jilid. Tapi temanku akhirnya bisa membeli dengan harga Rp 225.000 untuk 6 jilid buku tua. Jika itu buku baru, harganya hanya mencapai Rp 12.500 per buku, jika dibandingkan dengan harga komik sekarang yang ketebalan dan ukurannya serupa.
Aku juga ditawari serial Tapak Sakti karya Tony Wong. Seluruhnya ada sekitar 100 jilid komik tipis. Harga satu komik seperti tertera di pojok bawah komiknya adalah Rp 2.500. Mereka menawarkan dengan harga pas tidak bisa ditawar lagi sebesar Rp 1.200.000. Biasanya mereka jual dengan harga Rp 1.600.000. Tapi karena temanku sudah belanja lebih dari Rp 1.500.000, maka diberi harga khusus.
Ada juga komik Mahabarata karya komikus R. A. Kosasih sebanyak 4 set masing-masing setebal 300-an halaman. Aku ingat, komik ini dulu aku baca saat masih duduk di bangku SD. Melihat buku tersebut seperti melihat kembali kehidupan masa kecilku dulu. Sayang, aku tawar Rp 400.000 tidak juga dilepas. Mereka bersikukuh pada harga Rp 600.000.
Aku langsung terbayang pada koleksi komik yang ada di rumah. Ada Legend of an Emperor, Legend of Condor Heroes, the Return of Condor Heroes, Ode to the Gallantry, the Impeccable Twin I dan II, Pedang Maha Dewa I dan II, dan masih banyak lainnya. Kebayang dalam benak saya, kalau suatu saat tidak punya uang dan kepepet, lumayan juga kalau komik itu dilego. Lebih dari menyimpan emas :)
Subscribe to:
Posts (Atom)