Friday, May 20, 2011

Terkenang Almarhum Ustad Ali

Belakangan ini, tiba-tiba aku rindu dengan suara ustad Ali almarhum. Beliau adalah imam masjid di Jl. Kalibata Utara 1 semasa hidupnya. Beliau meninggal sekitar setahun yang lalu setelah beberapa tahun terakhir dari hidupnya beliau dicoba dengan penyakit gagal ginjal hingga harus rutin cuci darah.

Ingin sekali aku kembali berdiri menjadi makmum di belakangnya pada saat shalat subuh. Suaranya lembut, bacaannya enak, pilihan suratnya dari juz 'amma yang sedikit banyak aku paham artinya. Aku sering menangis dibuatnya, terutama saat beliau membacakan surat al-Ghasiyah, yang menceritakan kesusahan dan kesenangan saat di akhirat nanti.

Aku suka tidak tahan untuk menitikkan air mata kalau mendengar suara yang menyentuh kalbu. Saat mendengar panggilan haji di televisi "labbaika allahumma labbaik... labbaika laa syarikalaka labbaik..." aku pasti tidak tahan. Demikian juga kalau mendengar lagu Ibu Pertiwi atau Gugur Bunga, aku suka berkaca-kaca matanya.

***
Ya, aku ini jenis manusia yang mudah tersentuh perasaannya dengan suara. Sepertinya, tiap orang punya titik sentuh yang berbeda. Yang umum, orang menjadi mellow, mudah sedih dan menangis, kalau lagi susah. Aku tidak. Hidup susah membuat aku makin keras dan sulit menangis. Tapi mendengar suara, aku suka tidak tahan untuk menahan air mata. Beda dengan teman-temanku seperti Aris, Toha, dan Susilo. Mereka hanya sedih di kala susah saja ...

Hehehehehe

Sunday, May 08, 2011

Mimpi 2 Kematian Dalam Semalam

Semalam, aku bermimpi tentang kematian. Pertama, aku mimpi ibuku meninggal dunia. Ceritanya, aku ditelpon dari Bumiayu, mengabarkan kalau ibu telah tiada. Aku bahkan tidak sempat menghadiri pemakamannya. Aku menangis meraung-raung. Kemudian aku terbangun. Kulihat jam menunjukkan pukul 3.32. Aku duduk sebentar di atas tempat tidur, kaget dengan mimpi tadi, lalu ke kamar mandi sebentar untuk buang air kecil. Selesai buang air kecil aku tidur lagi.

Setelah tertidur, aku kembali mimpi kematian untuk yang kedua kalinya. Kali ini, yang meninggal adalah Prabowo Subianto. Yang sedikit aneh, setelah diberitakan secara nasional tentang kematiannya, Prabowo hidup kembali dan muncul di kampung saya. Prabowo menceritakan bahwa dirinya sebenarnya tidak mati, dia luput dari usaha pembunuhan oleh lawan-lawan politiknya.

Cerita mimpi tiba-tiba melompat dengan hadirnya istri Prabowo, Titiek Soeharto, yang dalam alam nyata aku hanya kenal nama tidak pernah bertemu sama sekali. Istri Prabowo tadi memberi saya uang Rp 150.000.000. Dia berpesan, "Tidak semua perjuangan berhasil, tapi dengan uang ini setidaknya kamu bisa memiliki sebuah rumah." Ya, uang itu diminta untuk dibelikan rumah.

Setelah menerima pesan itu, aku terbangun karena alarm adzan shubuh dari hape Android Samsung Gio berbunyi. Jam di meja menunjukkan pukul 4.33. Aku duduk sebentar di atas tempat tidur, lalu bersegera mandi pagi, wudhu, dan berangkat ke masjid untuk shalat shubuh.

Friday, May 06, 2011

Angkutan Banjarmasin - Kota Baru

Kalstar adalah pesawat yang mengangkut penumpang Banjarmasin - Kota Baru, dengan kapasitas tempat duduk sekitar 60 penumpang. Setiap hari hanya ada 1 penerbangan, baik Banjarmasin-Kota Baru maupun Kota Baru-Banjarmasin. Saya dan rombongan bisa mendapat tiket saat berangkat ke Kota Baru, tetapi harus masuk daftar tunggu untuk pulangnya ke Banjarmasin.

Sampai pagi ini tidak ada konfirmasi apakah rombongan bisa mendapatkan tiket Kalstar Kota Baru-Banjarmasin. Akhirnya kita melalui jalan darat menggunakan Toyota Innova menuju Banjarmasin, dengan waktu tempuh diperkirakan 6-7 jam.