Monday, April 28, 2008

PT Arto Tambang Mandiri (ATM)

Hari ini, Ivan dan saya menyerahkan fotocopy KTP kepada Muzani. Rencananya, kami mau mendirikan perusahaan baru untuk mengelola tambang batubara di daerah Lampung, bersama seorang kawan Muzani di sana yang katanya dekat dengan Bupati Lampung Selatan.

Untuk memastikan bisnis ini, kemarin saya sudah cek ke Willy, kawan baik dari Bumiayu yang sudah cukup menguasai tambang dan pasar batubara, mengenai potensi batubara di daerah Lampung itu. Menurut Willy, kalau bisa mendapatkan konsesi lahan di derah Lampung, ada 1 berita buruk dan 1 berita bagus.

Berita buruknya, batubara di daerah yang akan diusahakan itu memiliki kalori yang rendah dan sulfur yang tinggi; keduanya merupakan indikator yang kurang sedap. Makin rendah kalori harga makin turun, makin tinggi sulfur harga makin berkurang. Sebaliknya, semakin tinggi kalori dan semakin rendah sulfur harganya semakin mahal.

Berita baiknya, untuk speksifikasi batubara dengan kalori rendah dan sulfur tinggi, kebetulan, untuk saat ini sudah ada pembelinya, meski dengan harga yang cukup rendah. Setelah dihitung-hitung, dengan harga yang paling rendah sekalipun, tetap saja menghasilkan uang yang tidak sedikit :)

Tahap awal ini dibutuhkan dana sebesar Rp 500 juta untuk mengurus perijinan tambang batubara di atas lahan seluas 5000 hektar yang dijanjikan. Kami sudah sepakat, Muzani, Ivan dan saya masing-masing akan menyetor modal sebesar Rp 133 juta, sedang kawan Muzani di Lampung akan menyetor Rp 100 juta. Kepemilikan sahamnya adalah Muzani 30%, kawannya di Lampung 30%, Ivan dan saya masing-masing 20%.

Nama perusahaannya adalah PT Arto Tambang Mandiri (ATM). Harapannya, perusahaan ini bisa menjadi ATM kami kalau kelak terjun menjadi politisi. Banyak politisi menjadi korup dan tidak tahan dengan godaan uang suap karena mereka tidak memiliki sumber uang yang kuat di belakangnya. Itu yang paling saya takuti. Seperti sudah saya tekadkan sejak dulu, saya ingin terjun mengabdi kepada masyarakat menjadi politisi, setelah saya cukup kuat secara finansial, agar saya tidak menjadi politisi yang korup dan bisa dibeli. Na'udzubillahi min dzalika !!!

Nama ini ditemukan saat Muzani dan saya selesai shalat dhuhur-ashar di sebuah masjid di daerah Indramayu Minggu (27/4) sore kemarin sepulang dari Tegal. Selesai shalat, tiba-tiba Muzani menanyakan nama perusahaan yang akan didirikan untuk mengurus tambang batubara ini. Spontan saya menjawab Arto Tambang Mandiri Indonesia, biar mirip dengan Arto Selaras Mandiri Indonesia (Asmindo). Muzani langsung mengoreksi, tidak perlu Indonesia, cukup Arto Tambang Mandiri dan disingkat ATM.

Mudah-mudahan lancar dan berkah. Amin! :)

Monday, April 21, 2008

Jawara Komik

Dalam waktu dekat, mudah-mudahan Asmindo dapat meluncurkan comics online dengan nama Jawara Komik yang bisa diakses melalui web maupun wap. Dengan layanan ini, penggemar komik dapat membeli dan membaca komik secara online, melalui komputer yang tersambung ke internet maupun melalui handphone.

Untuk dapat membaca komik yang tersedia di Jawara Komik, pengguna terlebih dulu harus mendapatkan password yang dapat dibeli melalui layanan sms. Caranya mudah, ketik KOMIK (spasi) KODE_KOMIK kirim ke 3689. Tarip yang berlaku antara Rp 3.000 hingga 10.000. Yang pasti, dibanding dengan membeli komik cetak, harganya jauh lebih murah.

***
Kamis (17/4) lalu, tim Asmindo yang terdiri dari Bima, Hakam, Novri, dan saya memberikan presentasi di depan tim dari Gramedia Penerbit Utama (GPU). Mereka cukup surprise dengan desain yang kami presentasikan, terutama saat kami memperlihatkan tampilan komiknya yang dapat dibuka seperti layaknya membuka lembaran komik.

Sambil bercanda saya menyampaikan, setidaknya ada dua manfaat comics online, yaitu:
  1. Melestarikan hutan kita. Dengan comics online kita tidak lagi memerlukan kertas untuk mencetak. Dengan berkurangnya kebutuhan kertas, maka kebutuhan menebang hutan juga akan berkurang.
  2. Mengembangkan otak kanan bangsa Indonesia. Ke depan, bangsa kita membutuhkan lebih banyak orang yang kreatif, salah satu ciri kelebihan yang dimiliki oleh mereka yang berotak kanan. Seperti sudah diketahui secara umum, orang berotak kanan cenderung (tend to be) subjective, creative, intuitive dan holistic. Sementara itu, orang berotak kiri cenderung analytical, logical, rational dan objective.
Mudah-mudahan, dalam waktu dekat sudah ada beberapa komik yang dapat dijual secara online. Kendala utamanya mungkin soal ijin. Mereka harus meminta ijin tersendiri untuk dapat menjual komik secara online atau mobile kepada prinsipalnya.

Monday, March 24, 2008

Terimakasih, Anda Telah Meminta Bantuanku!

Jumat (21/3) sore, di tengah saya lagi tidur-tiduran karena sakit diare dan masuk angin berat, yang sebenarnya sudah mulai saya rasakan sejak Jum'at pagi, ada sms masuk yg secara ringkas bunyinya:
"Maaf Bang, saya Fulan, mohon bantuan Abang Rp xxx untuk berobat ke rumah sakit buat si Pandu. Trims"
Sedetik setelah membaca sms itu saya agak tinggi tensinya. Siapa kamu meminta uang kepadaku?! Pakai menentukan nominal lagi!

Saya memang baru bertemu sekali dengan si Fulan saat dia datang ke rumah menawarkan sebuah kerjasama beberapa minggu yang silam. Saya tidak mengenal dia sebelumnya. Hanya karena dianggap satu alumni, dia sudah merasa dekat dengan saya, dan dianggap sudah saling percaya.

Sebenarnya, saya paling tidak suka dengan orang yang merasa dekat dengan saya hanya karena mengandalkan faktor alumni, tanpa sebelumnya pernah mengenal atau bekerjasama dan menunjukan kinerjanya di depan saya. Seolah-olah, dengan menjadi satu alumni, rasa saling percaya sudah ada di tangan, sudah taken for granted.

Padahal, untuk bisa dipercaya, apalagi dalam urusan mengelola uang, orang tentu perlu investasi terlebih dulu: mulai dari perkenalan, membangun pertemanan, ada satu atau dua kerjasama, hingga akhirnya tumbuh perkawanan dan rasa saling percaya itu.

***
Alhamdulillah, tidak sampai 3 detik, analisa negatif itu segera saya buang dalam merespon sms tadi. Segera saya istighfar dan mengucap puji syukur pada Tuhan.

Kataku dalam hati, "Puji Tuhan. Masih ada orang datang meminta kepadaku, berarti masih ada orang yang percaya kepadaku. Tuhan telah mengirimkan orang agar aku bisa bersedekah, meski aku sedang terbaring sakit di rumah. Tidak banyak kesempatan seperti ini datang kepada setiap orang. Momentum ini hanya datang satu kali."

Sungguh, saya langsung teringat Haryo, Direktur Utama PT Delapan Pilar Mas, yang begitu percaya kepada saya. Jika bukan karena adanya karunia Tuhan, saya tentu tidak akan dipercaya oleh Haryo. Jika tidak dipercaya Haryo, tentu saya tidak akan memiliki dan mengelola Asmindo seperti sekarang ini.

Dipercaya oleh orang lain adalah sebuah kenikmatan, termasuk dipercaya sebagai orang yang bisa memberi sumbangan :)

Bayangkan, jika Anda hidup berkecukupan, tetapi tidak ada teman yang datang menghampiri Anda! Bayangkan, jika Anda hidup berkecukupan, tetapi tidak ada orang yang datang meminta bantuan kepada Anda! Tidak ada orang yang datang kepada Anda, karena mereka tidak percaya bahwa Anda adalah tempat untuk berbagi duka dan tempat untuk meminta bantuan.

Kenapa aku tidak bisa menerima kepercayaan dari si Fulan ini? Saat ia datang meminta kerjasama, wajarlah saya menolak karena urusannya bisnis. Tapi kali ini, ia datang meminta bantuan untuk mengobati orang lain yang sedang sakit. Kenapa saya tidak harus percaya?

Tanpa pikir panjang lagi, aku langsung meminta nomor rekeningnya...

Ya Fulan, aku benar-benar berterimakasih kepadamu! Terimakasih atas kepercayaannya!

***
Malamnya, saat melihat film The Passion of the Christ yang ditayangkan Trans TV pada hari Paskah, Jum'at (21/3) malam pukul 21.00, saya mendapatkan satu kalimat dari Yesus kepada para sahabatnya yang cukup baik untuk direnungkan:
"Sayangilah musuh-musuhmu. Kalau engkau hanya menyayangi orang yang juga menyayangimu, lalu apa upahmu?"
Maksudnya jelas. Tanpa berkeringat, kenapa kita harus mendapat upah? Tanpa pengorbanan, kenapa kita harus meminta imbalan dari Tuhan?