Saturday, September 29, 2007

Test IQ

Sabtu dini hari, saat membuka yahoo Mail, pada banner sebelah kanan ada iklan Test IQ dari sebuah situs bernama Tickle yang beralamat di http://www.tickle.com/.

Iseng-iseng aku menjawab pertanyaan yang diberikan. Setelah menjawab seluruh 40 soal yang diberikan selama sekitar 30 menit, komputer memberi jawaban atas hasil tes tersebut. Hasilnya, Score yang aku peroleh adalah 135. Berdasarkan angka tersebut my intellectual type adalah Visual Mathematician. Komentar lengkapnya:
Your Intellectual Type is Visual Mathematician. This means you are gifted at spotting patterns — both on pictures and in numbers. These talents combined with your overall high intelligence make you good at understanding the big picture, which is why people trust your instincts and turn to you for direction — especially in the workplace. And that's just some of what we know about you from your IQ results.

Saat dulu lulus SMA (1987) dan ikut tes seleksi beasiswa ke luar negeri dari BPPT, score saya konon 140. Saat tes masuk sebuah perusahaan swasta (1995), score saya malah 125. Tetapi, aku tidak pernah tahu persis makna dari angka-angka tersebut. Kata orang, angka-angka itu cukup tinggi.

Lalu aku surfing di internet, melalui google, mencari informasi tentang IQ test scores. Kemudian ditemukan sebuah situs yang memberikan informasi mengenai hal ini, namanya Audiblox dan beralamat di http://iq-test.learninginfo.org/.

Ternyata, angka yang saya peroleh masih terbilang cukup tinggi. Berikut adalah klasifikasi nilai yang tersedia:

Descriptive Classifications of Intelligence Quotients

IQ Description% of Population
130+Very superior2.2%
120-129Superior6.7%
110-119High average16.1%
90-109Average50%
80-89Low average16.1%
70-79Borderline6.7%
Below 70Extremely low2.2%

Jika hasil tes tersebut diungkap dalam percentile, maka saya berada pada percentile 99. Artinya, hasil tes saya lebih baik dari 99% populasi yang mengambil tes tersebut. Berikut daftarnya:

IQPercentile

6501
7002
7505
8009
8516
9025
9537
10050
10563
11075
11584
12091
12595
13098
13599

Meski sudah tua, sepertinya daya intelektual saya belum turun-turun amat :)

Setelah mengambil tes ini, saya jadi memikirkan kembali keinginan untuk bersekolah. Tapi pertanyaannya, masih adakah energi tersisa untuk bisa kembali bersekolah? :(

***
Sabtu siang ini, saya kembali mengulang tes tersebut dan memperbaiki jawaban tiga soal yang semalam salah menjawab karena terburu-buru, yaitu:
  1. Kata ANLDEGN jika direkonstruksi adalah nama sebuah: a. ocean b. country c. state d. city e. animal
  2. Yang tidak sejenis adalah: a. horse b. kangaroo c. goat d. deer e. donkey
  3. Yang tidak sejenis adalah: a. plum b. grape c. apricot d. peach d. cherry
Hasilnya, score naik menjadi 136 dengan intelectual type Visionary Philosopher. Komentar lengkapnya:

Your Intellectual Type is Visionary Philosopher. This means you are highly intelligent and have a powerful mix of skills and insight that can be applied in a variety of different ways. Like Plato, your exceptional math and verbal skills make you very adept at explaining things to others — and at anticipating and predicting patterns. And that's just some of what we know about you from your IQ results.

***

Di atas semua cerita tersebut, ini hanya sekedar permainan. Just for fun! Don't take it seriously :)

Friday, September 28, 2007

Kepercayaan Berbasis Tipuan

Khotbah Jum'at hari ini di masjid Nashrunminallah Jl. Kalibata Utara I tentang Nuzul al-Quran. Kebetulan, hari ini adalah puasa Ramadhan yang ke-16, dan nanti malam adalah malam Nuzul al-Quran, tanggal 17 Ramadhan.

Saya cukup risau dengan materi yang disampaikan menyangkut pengetahuan umum tentang Al-Quran yang sebenarnya keliru dan tanda-tanda malam lailatul qadar yang tidak bisa dicek kebenarannya. Kita sepertinya diminta untuk mempercayai kehebatan Al-Quran tetapi dengan argumen yang keliru, dengan misleading informations, dengan false beliefs.

Khatib mengatakan, salah satu ciri malam lailatul qadar, adalah air laut rasanya berubah menjadi tawar. Ini informasi yang baru pertama saya terima sepanjang hayat di kandung badan. Bagi orang awam, informasi ini mungkin cukup mengagumkan dan menambah keyakinan akan kekuasaan Allah. Tetapi, bagaimana bisa kita melakukan pengujian atas informasi ini? Ini soal air laut yang asin berubah menjadi tawar, seharusnya bisa diuji kebenarannya.

Sewaktu kecil, ustad dikampung mengatakan, ciri-ciri malam lailatul qadar adalah suasana malam yang tenang, angin seolah berhenti bergerak, suasana sangat damai. Hal ini masih memungkinkan untuk diuji kebenarannya. Pada malam lailatul qadar kita bisa berjaga dari kamar kita dan mengujinya cukup dengan membuka jendela kamar.

Tetapi, siapa mau menguji air laut yang asin berubah menjadi tawar pada malam lailatul qadar? Yang pertama membuat informasi tersebut mungkin berpikir, siapa pula yang akan ke laut mencoba rasanya air laut di tengah malam di bulan Ramadhan?

Yang lebih nekad lagi, khatib mengatakan bahwa jumlah ayat Al-Quran adalah 6666. Ini memang informasi yang sudah menjadi pengetahuan umum. Ini benar-benar misleading information yang sudah menjadi false belief. Memang tidak cukup krusial tingkat kesalahannya. Tidak ada konsekuensi apapun atas kepercayaan ini.

Tetapi, jika kita luangkan sedikit waktu untuk menghitung, dengan simple mathematical operation yang bernama penjumlahan, kita akan dapati angka 6236 ayat. Memang, angka 6236 tidak menimbulkan efek kejut pada otak sebagaimana angka 6666, yang susunan angkanya cukup memukau dan sangat mudah untuk diingat.

Tetapi, di era Microsoft Excel sudah masuk ke rumah-rumah penduduk, masihkan kita akan terus menggunakan angka 6666 untuk memukau ummat Islam akan kehebatan Al-Quran?

***
Beberapa bulan lalu, sebuah email yang disebar ke mana-mana dengan subyek "The very interesting findings of the Holy Qur'an", entah dibuat oleh siapa, juga nampaknya sedang mencoba membangun false belief dengan berbagai misleading informations.

Dalam email tersebut dimuat berbagai angka-angka yang cukup memukau. Ini salah satu contohnya:

Kata laut disebut dalam Al-Quran sebanyak 32, daratan 13.
Laut + Daratan = 32 +13= 45
Laut = 32/45*100% = 71.11111111%
Daratan = 13/45*100% = 28.88888889%
Modern science has only recently proven that the water covers 71.111% of the earth, while the land covers 28.889%.

Sungguh menakjubkan! Tetapi benarkah? Saya belum mengecek jumlah kata itu karena saya tidak tahu penghitungannya menggunakan bahasa Arab atau bahasa terjemahan; bahasa non-Arab. Tetapi beberapa kata lain yang bisa dicek, semuanya palsu. Misalnya, email itu menyebut jumlah kata bulan (syahr atau month) adalah 12. Setelah saya cek, setidaknya ditemukan ada 21 kata bulan (syahr). Kekeliruan terjadi pada jumlah kata "perempuan" dan "laki-laki", jumlah kata "hari", dan jumlah kata "shalat".

***
False belief tentu saja tidak hanya ada pada ruang agama. Baru-baru ini di milis Kahmi Pro Network ada artikel yang cocok untuk contoh adanya false belief tersebut. Artikel itu mengajak kita untuk optimis dalam memandang kehidupan. Apa yang terlihat, kadang tidak seperti apa yang kita pikirkan. Email itu mengatakan:

"Jika suatu peristiwa yang negatif namun kalau kita memandang/memaknai nya sebagai hal yang positif dan kita menyikapi dengan cara yang positif maka hasilnya pun akan positif pula."

Email ini tentu saja bagus untuk meng-encourage orang agar senantiasa berperilaku positif terhadap segala hal yang menimpa kita. Sebagaimana anjuran agama, kita dianjurkan untuk senantiasa melihat hikmah (positif) di balik setiap kejadian. Dirimulah yang membuat sesuatu itu bermanfaat atau tidak.

Akan tetapi, dasar yang dibuat untuk menyimpulkan bahwa "apa yang terlihat, kadang tidak seperti apa yang kita pikirkan" menggunakan peristiwa fisika yang dimaknai secara keliru.

Artikel itu seolah memberikan gambaran, bahwa otak kita bisa bekerja di luar hukum fisika. Kalau kita mau sebuah benda berwarna hijau, meski sebenarnya benda itu berwarna pink, maka benda itu akan berwarna hijau.

Tentu saja, otak tidak bisa suka-suka memberikan warna di luar input cahaya yang masuk ke retina dan tidak bisa bekerja di luar hukum fisika, kecuali karena ketidakmampuan otak itu sendiri dalam memprosesnya, seperti terjadi pada orang yang buta warna (color deficiency).

Monday, September 24, 2007

Mimpi Bertemu Almarhum

Setelah anak-anak berangkat sekolah, seperti biasa aku kembali melanjutkan tidur. Pada hari-hari biasa (di luar Ramadhan), aku biasa tidur pada pukul 2 atau 3 dini hari, terbangun pukul 5.30 atau 6, lalu tiduran atau menyiram tanaman di halaman depan dan belakang, sambil menunggu anak-anak berangkat sekolah. Setelah anak-anak berangkat ke sekolah, baru aku melanjutkan kembali tidurnya.

Aku tidak mengidap penyakit insomnia, penyakit susah tidur. Aku hanya menggeser jadual tidur. "Berangkat kerja" alias keluar rumah selalu sesudah jam 12 siang, pulang paling cepat jam 21-an. Jaman masih muda dulu, pulang ke rumah bisa di atas jam 12 malam. Sekarang sudah agak tua dan cepat lelah, terutama 5 tahun terakhir ini, jadi pulang juga dipercepat :)

Tadi pagi, dalam tidurku, aku bertemu dengan sejumlah almarhum: Mbah Nirah, uwak Muhaimin, uwak Hayinah, dan uwak Hindun. Uwak adalah sebutan untuk pakde atau bude, biasanya digunakan oleh orang Sunda. Bumiayu, termasuk wilayah Jawa Tengah yang berdekatan dengan perbatasan Jawa Barat, memiliki beberapa kosa kata yang berasal dari bahasa Sunda.

Mimpinya cukup lucu. Aku menemui mereka dalam rangka meminta ijin untuk menyiapkan perang melawan Jepang. Ketika aku masuk rumah uwak Hayinah, yang letaknya sebelah Barat rumah Mbah Nirah, aku menemui para pakde dan bude sedang berkumpul di sana. Aku menyalami sambil mencium tangan mereka satu per satu. Sambil menangis aku memberitahu kalau aku harus pergi berperang melawan Jepang.

Sesudah menemui pakde dan bude, aku masuk ke rumah nenek yang ada di sebelah rumah uwak Hayinah. Rupanya pasukan sudah berkumpul di rumah Mbah Nirah sedang rapat persiapan perang. Lalu aku menemui Mbah Nirah, menyalami sambil mencium tangannya.

***
Saat aku menulis artikel ini, aku masih terus merenung apa makna dari mimpi tersebut. Aku orang yang rasional tetapi suka percaya dengan pesan-pesan gaib. Sesuai kisah Nabi Yusuf, bisa jadi, mimpi itu memiliki makna dan pesan untuk sebuah peristiwa yang akan terjadi.

Apakah aku sudah mendapat undangan untuk berkumpul dengan mereka? Atau ada tugas penting yang akan segera dipercayakan kepadaku?

Yang pasti, saat tulisan ini hampir selesai, istriku berteriak dari bawah, burung kenari kesayanganku ditemukan mati di dalam sangkarnya dikerubuti semut merah. Padahal, kata sopirku, Nono, tadi pagi masih hidup dan masih berkicau dengan riang.

Ya sudah, umur burung itu sudah sampai. Tidak perlu ada yang dimarahi karena lalai merawat burung itu. Kebetulan adikku yang biasa merawat burung itu tadi pagi harus pulang ke Bumiayu.

Apabila telah datang ajal menjemput, maka tidak bisa diundur barang satu detik, atau bahkan satu mili-detik, juga tidak bisa dimajukannya barang sesaat sekalipun.

Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun!